Artikel Exness
![]() |
** Untuk membaca seluruh isi artikel silahkan Klik judul artikelnya **
Lamanya jam terbang belum tentu menjamin ketenangan seseorang dalam bertansaksi forex. Tidak sedikit trader yang kurang berhati-hati dalam mengambil posisi. Hal ini bisa dikarenakan terburu-buru dalam mengambil posisi atau kurang cermat dalam menangkap sinyal dalam market. Transaksi yang kurang terarah ini masih sering ditemukan, terutama pada trader pemula.
Seorang trader pemula dan seorang trader kawakan bisa saja memiliki reaksi yang sama saat mulai ambil posisi. Ketika open posisi dimulai, seringkali jantung berdebar-debar dan mata seolah tidak dapat teralih dari chart di monitor. Apakah prediksi akan tepat sesuai keinginan, dimana target profitnya, dan di poin berapa harus siap cut loss. Sensasi seperti inilah yang dirasakan hampir setiap orang saat mengambil open posisi.
Sensasi yang menegangkan akan semakin terasa bila market bergerak berlawanan dengan prediksi si trader. Terlebih lagi saat harga bergerak kencang karena adanya berita fundamental. Semakin kencang pula debar jantung yang dirasakan oleh si trader. Harga yang diprediksi akan naik justru anjlok puluhan poin. Otomatis kondisi ini akan menimbulkan kerugian sementara pada transaksi atau floating.
Berbagai macam reaksi bisa muncul saat seseorang mengalami floating. Terlebih jika floating sudah menumpuk berhari-heri hingga terkena swap (biaya inap). Mulai dari yang berusaha bersikap tenang hingga yang menyembah market dengan harapan berbalik arah. Rasa panik, bingung, dan menyesal menjadi satu dalam pikiran.
Akan tetapi, seorang trader dengan jam terbang tinggi mungkin sudah terbiasa dengan situasi ini. Seorang trader yang terbawa suasana saat mengalami floating akan berpengaruh pada performa trader. Hal ini bisa juga menurunkan tingkat fokus seorang trader. Oleh karena itu diperlukan kiat khusus untuk menghadapi situasi ini.
Bersikap Tenang
Menghadapi situasi dimana akun telah memiliki open posisi dan terjadi floating, langkah pertama yang harus dilakukan oleh si trader adalah tetap bersikap tenang. Dengan bersikap tenang trader akan lebih mudah berkonsentrasi untuk menentukan tindakan yang harus diambil. Dalam kondisi tidak floating pun, sikap tenang tetap diperlukan untuk mengawasi open posisi yang ada. Perasaan tenang akan meningkatkan konsentrasi trader dalam mengambil tindakan.
Bila harga terus bergolak dan menambah minus semakin banyak, seorang trader tidak boleh panik. Banyak orang mulai panik dan bingung saat situasi ini muncul. Rasa cemas dan was-was mulai menyerang pikiran dan mulai mengganggu tingkat konsentrasi. Sikap panik dan tidak tenang inilah yang nantinya akan mengakibatkan kerugian semakin besar.
Jika trader sudah mulai bersikap tenang dan tidak panik, barulah kemudian memikirkan solusi yang tepat. Mulai fokus pada sinyal market yang ada. Jika harga masih diprediksi kuat untuk melanjutkan trend dan membuat floating semakin besar, tentukan dimana harus cut loss atau locking. Sebaliknya, bila market diprediksi bisa berkompromi untuk mengembalikan kerugian, cukup hold transaksi yang ada.
Hal terakhir yang tidak kalah penting saat mengambil tindakan saat Floating adalah hindari bertanya-tanya pada banyak orang. Jika si trader sudah memutuskan tindakan yang akan diambil dan merasa sudah yakin, sebaiknya tidak perlu bertanya lagi pada orang di sekelilingnya. Pendapat yang berbeda-beda akan membuat si trader bingung dan mempengaruhi sikapnya.
















