Artikel Exness
![]() |
** Untuk membaca seluruh isi artikel silahkan Klik judul artikelnya **
Untung atau rugi? Pertanyaan itulah yang sering dilontarkan kepada orang yang berkecimpung dalam dunia forex entah sebagai trader atau investor. Meskipun forex booming di tengah masyarakat baru-baru ini, image buruk tentang bisnis satu ini tampaknya sudah merebak pula di tengah masyarakat.
Banyak para pelaku forex yang mengeruk untung besar dari bisnis ini. Puluhan juta dapat diraih dalam hitungan menit. Sangat fantastis. Tak heran banyak orang tergila-gila pada bisnis ini. Tak jarang mereka yang sudah mengalami kerugian kembali menekuni bisnis ini. Kembali belajar untuk mendapat hasil yang lebih baik. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri pula bahwa banyak orang mengalami kerugian hingga ratusan juta dalam bisnis ini. Memang sangat ironis, di satu sisi keuntungan menumpuk, di sisi lain orang merugi. Bahkan tak jarang dari mereka yang merelakan mobil atau rumahnya untuk bisnis ini.
Pada awal kemunculannya, hampir setiap orang mengalami kerugian dalam bisnis ini. Hingga muncul anggapan bahwa bukan trading namanya kalau belum loss. Memang, rasanya forex tidak akan menjadi cerita menarik tanpa suatu loss. Banyak cerita mengenai loss yang dialami para pelaku bisnis ini. Banyak dari mereka bahkan merasa trauma untuk kembali menjalani bisnis ini.
Namun, bukan cerita yang menarik pula jika dalam trading kita selalu mengalami loss. Terlalu sering loss akan membuat equity menipis bahkan terancam MC (Margin Call), yaitu suatu keadaan dimana akun sudah dalam keadaan bahaya dan tidak memiliki tahanan dana yang cukup.
Mengakui kesalahan
Pelaku bisnis apapun pasti tidak ingin mengalami kerugian. Sama halnya para pelaku bisnis forex yang selalu menginginkan profit. Tidak ada yang menginginkan loss dalam transaksinya. Hal itu merupakan sesuatu yang wajar bagi seorang trader. Tapi perlu digarisbawahi bahwa obsesi yang terlalu besar terhadap keuntungan justru akan merugikan dirinya sendiri.
Meskipun menawarkan keuntungan besar, tidak dapat disangkal bahwa setiap bisnis pasti mengandung resiko. Sama halnya dengan menjalani bisnis forex ini. Kemungkinan loss setiap saat bisa saja mengancamnya. Seorang trader harus menyiapkan langkah sebelum hal ini terjadi. Dia harus menyiapkan strategi yang harus digunakan bila sampai terjadi floating atau kerugian sementara.
Hal terpenting dalam menghadapi situasi sulit dalam trading hanyalah mengikuti sistem rule yang ada. Setiap trader berhak menentukan sistemnya masing-masing. Termasuk saat mengalami floating. Dimana dia harus bisa menentukan langkah yang akan diambil. Apakah dia akan hold, locking, averaging atau cut loss.
Salah satu kegagalan seorang trader dalam mengelola dana karena seringnya mereka tidak bisa menerima kekalahan. Ada kalanya seorang trader salah mengambil posisi hingga ia mengalami floating. Seorang trader harus memiliki pertimbangan yang cukup matang untuk langkah selanjutnya. Bila sinyal menunjukkan kondisi yang semakin berbahaya bagi posisinya, dia harus bisa mengambil tindakan untuk cut loss.
Banyak trader yang sudah tahu sebelumnya bahwa dia akan loss. Karena tidak bisa menerima kekalahan tersebut, ia hanya hold floating yang masih kecil. Semakin lama floating semakin banyak dan menimbulkan kerugian yg semakin besar. Oleh karena itu, seorang trader harus memiliki kemantapan hati untuk menentukan tindakan yang diambil. Langkah selanjutnya adalah memperbaiki dengan belajar dari kesalahan sebelumnya.
















